Selasa, 18 Desember 2012

TBWZE

dear : TB

hey, kamu lagi apa? apa kamu merindukanku? ah tentu saja tidak! itu pertanyaan bodohku, untuk apa kamu merindukanku karena aku bukan siapa-siapa dan kamu ? banyak orang mengenal kamu sebagai seseorang yang sempurna di mata mereka. ah meskipun begitu aku tetap ada perasaan spesial untuk kamu, tak peduli beberapa orang akan bilang bahwa ini adalah hal bodoh.

Ya, ini memang aneh. Awalnya kupikir tidak ada yang istimewa ketika aku mengingatmu saat aku sedih, berharap kamu di sampingku setiap air mataku hampir tumpah. Karena kamu memang selalu berhasil membuat air mata itu urung hadir dan berganti dengan tawa, dengan segala tingkah polahmu. Tapi lalu mendadak jadi terasa istimewa ketika setiap kali ada perasaan bahagia yang muncul, aku kemudian merasa salah jika bahagia itu tidak kamu ketahui, dan harus kamu yang tahu pertama kali.

Kamu memang serupa senja, yang indahnya membuat aku tergila-gila. Tapi senja, seperti halnya kamu, tak pernah mau tinggal terlalu lama, sekedar membiarkan aku menikmati indahnya lebih lama dari biasanya. dulu kita pernah bertemu tapi sayangnya sangat singkat sekali. tak perlu disesali dengan pertemuan singkat itu karena hal yang singkat itulah yang membuatku merasa sangat berarti. Aku sering bertanya, kenapa Tuhan membiarkan aku dan kamu bertemu, lalu kemudian membiarkan hatiku jatuh padamu, jika kemudian Tuhan membiarkan hatimu berjalan ke arah yang lain, membiarkan hatiku jatuh sendirian, tak berbalas, retak, hancur. Tapi kemudian aku sadar, bahwa tak patut mempertanyakan kuasa Tuhan, karena bukankah Dia bebas melakukan apa yang Dia mau, karena aku sadar betul Dia tahu mana yang baik untukku, yang sengaja dia ciptakan sebagai hamba-Nya. Maka kemudian kuterima semua sebagai bagian dari perjalanan, yang menguatkanku, mendewasakanku.

Aku belajar untuk berhenti bertanya. Maka bukan aku tak peduli jika akhirnya aku diam saat kau kembali pergi saat aku sedang berusaha meraihmu. Aku melepasmu seperti aku melepas senja. Tak lagi berusaha mengejar, karena tahu, bahwa kau berlari untuk dilepas, bukan untuk dikejar. Maka aku melepasmu berlari, dengan tenggorokan tercekat, dan hati yang luluh lantak.

Jadi begini, sepertinya hatiku telah menjatuhkan cintanya di satu hati yang lain. Dan entah mengapa, aku yakin cinta itu jatuhnya di hatimu. Maka, maukah kamu membagi hatimu yang terlanjur kujatuhi cinta itu dengan hatiku?

Aneh, entah mengapa mengajukan pertanyaan itu mendadak membuat dadaku terasa lega. Dan lebih anehnya lagi, sekarang ini aku justru ingin monolog ini terdengar sampai ke telingamu.


Sudahlah, menghadirkan kamu dalam otakku berarti membiarkan hatiku kembali merasakan sakit yang tak terkira perihnya. Jika memang bukan pada genggamanku akan kau pasrahkan jarimu, maka takkan kuraih paksa jemari lentikmu. Dan walau sulit, kurapalkan sebuah doa, untuk kamu yang entah berada di belahan dunia yang mana, semata-mata agar kamu bahagia, walau mungkin bahagia itu bukan milikku. 

Ya, semoga kamu menemukan bahagiamu di sana, di suatu tempat, yang jauh dari aku…

ps : sebagian copy paste dari tulisan mbak dibah. terimakasih dan maaf ya mbak :')

Senin, 03 Desember 2012

Goodbye, I Love You


Goodbye, I Love You
(Aci Utami - @acichul)
Aku tau ini bukan pertemuan pertamaku tapi aku selalu merasa setiap pertemuanku dengan Morgan selalu berarti. Entahlah aku juga tidak mengerti mengapa semuanya terasa indah ketika aku selalu di dekatnya. Sebenarnya pertemuan yang benar – benar pertama adalah saat ia masuk Les Biola di tempat dimana aku juga Les Biola itu.
“hallo semuanya, namaku Morgan” begitulah ia memperkenalkan diri di depan kami semua. Posisi tempat duduknya ada disampingku tepat, karena waktu itu tak ada kursi yang kosong selain disitu. Lalu kami saling berkenalan dan saling megetahui satu sama lain.
“halo, aku Aci, semoga kita bisa berteman baik ya” akupun memperkenalkan diri padanya. Awalnya kami hanya berteman biasa karena di tempat itu akulah orang pertama yang menjadi temanya.Waktupun terus berjalan kami semakin akrab hingga akhirnya aku diperkenalkan pada sosok lain.
“aci, ini Rafael dia satu-satunya sahabatku yang ada di  Indonesia.” Morgan memperkenalkan Rafael kepadaku.
“halo aci, gue Rafael” rafaelpun dengan ramahnya memperkenalkan diri dan menawarkan untuk menjabat tanganku. Akupun membalas jabatan tangan dan juga memepekenalkan diri.
“Hai, aku Aci, temenya Morgan”.
Setelah perkenalanku dengan Rafael, kami bertiga jadi semakin akrab, bahkan keman-mana kami selalu bersama. Mulai dari nonton, hang out bareng, atau sekedar mengisi waktu di hari weekend. Tak terhitung berapa banyak waktu yang kuhabiskan bersama mereka. Semenjak setahun lalu, yah sudah setahun kami berteman.
Morgan tipe orang yang ceria dia tidak pernah menunjukkan rasa sedihnya kepadaku, bahkan saat ia mendapati ayahnya telah tiada, ia berusaha tegar, dia tidak menunjukkan air matanya padaku meskipun aku tahu ia sangat terpukul karena kejadian itu. Ia bercerita padaku dan Rafael  bahwa ayahnya meninggal karena serangan jantung. Dia juga menjelaskan bahwa semua ini disebabkan karena ada seorang investor yang menarik sahamnya secara tiba-tiba dari perusahaan ayahnya. Padahal jumlah saham yang ditanam adalah sekitar 1M. Morgan berjanji jika ia menemukan orang itu ia pasti akan menghabisi nyawa orang itu. Bukan karena jumlah nominal uangnya, tetapi karena kematian ayahnya yang masih tidak bisa ia terima. Aku dan Rafael hanya bisa berusaha menghibur dan menguatkanya agar ia tetap tegar menghadapi cobaan karena hidup terus akan berjalan.
Hari demi hari kami lewati bersama, namun Morgan berubah, ia cenderung menjadi pribadi yang lebih pendiam, aku sadar perubahanya bukan tanpa sebab. Akhir – akhir ini ia sering sekali tidak masuk Les Biola, hingga orang – orang bertanya padaku sebab ketidak hadiranya. Aku tidak bisa menjelaskanya karena kami juga lama tidak bertemu. Lalu aku menanyakan hal itu pada Rafael. Rafael menjelaskan semuanya padaku tentang sebab Morgan menjadi seperti ini. Ternyata selama ini Morgan mati - matian mencari orang yang telah membuat ayahnya tiada. Aku dan Rafaelpun pergi ke rumah Morgan namun Morgan tidak di rumah. Kata Ibunya dia pergi tanpa pamit sejak tadi pagi dan sampai malam ini ia belum kembali . Aku meminta Rafael untuk mengantarku ke tempat dimana Morgan selalu mengunjungi tempat itu ketika perasaanya sedang Kacau. Tempat itu adalah Danau belakang kampusnya. Kamipun langsung berangkat menuju tempat yang disebutkan tadi.
            Sesampainya di depan kampus aku tidak menemukan tanda – tanda Morgan ada disana, aku bahkan tidak melihat motor yang biasa ia pakai. Jika di tempat ini tak juga kutemui dia, aku tidak tahu aku harus kemana lagi. Akhirnya tanpa basa – basi aku menarik tangan Rafael dan segera mengajaknya untuk masuk ke dalam kampus.
“Rafael ayo cepetan masuk!” aku berkata kepadanya dan buru – buru masuk ke dalam.
 “tapi Ci, ini kampus udah sepi, mana mungkin morgan di dalam?” Rafael menolak.
“udah deh Raf, kita coba masuk dulu ke dalam kita lihat ada apa enggak dia disana, ayo Raf plis”
    aku merengek mengajaknya masuk ke dalam. Akhirnya Rafael pun mau masuk ke dalam. Kami menyusuri lorong demi lorong Kampus dan akhirnya  kami sampai di Danau. Dengan perasaan yang teramat kecewa aku tak menemui siapapun, Morgan tidak ada.
“sekarang kamu lihat sendiri kan ci, dia ga ada disini!” Rafael berusaha membela diri. “terus kita mesti gimana raf? “ dengan nada kecewa akhirnya akupun pasrah.
“yaudah mending aku anterin kamu pulang aja sekarang, ini juga udah malam aku gamau kamu sakit!” Rafael berusaha membujukku.
            Telepon genggamku berdering, ada panggilan masuk, tertulis nama “Morgan” yang memanggilku, aku buru - buru mengankat teleponya.
“halo, Morgan ?” –Aci-
“iya, Aci, kamu lagi dimana? “ –Morgan-
“yaampun Morgan, aku tuh khawatir dengan keadaan kamu, kamu dimana sih? Sudah seminggu ini handphone kamu gabisa aku hubungi”  - Aci –
“maaf ya udah buat kamu khawatir, aku ga kemana – kemana kok, aku masih di Jakarta, kamu belum jawab pertanyaanku, kamu dimana sekarang?” –Morgan-
“iya gapapa tapi jangan di ulangi lagi, aku lagi di Danau di belakang Kampus kamu!” – Aci –
“Hah? Disana? Ngapain? Sama siapa? “ – Morgan –
“aku pikir kamu disini, makanya aku susul kamu kesini sama Rafael, tapi ini mau pulang kok.” – Aci –
“yaudah sekarang kamu cepetan pulang, aku gamau kamu kenapa – kenapa” –Morgan-
            Morgan pun menutup teleponya. Rafael mengantarku pulang, selama di perjalanan, entah kenapa dia begitu lamban dalam mengendarai motornya. Tak secepat ketika ia mengantarku ke Danau tadi. Akhirnya 25 menit  kemudian akupun sampai di rumah, aku mempersilahkan Rafael masuk namun ia menolak. Sebelum ia pulang aku mengucapkan terimakasih kepadanya dan  melambaikan tanganku padanya ketika ia pergi. Aku segera masuk ke dalam dan tidur.
            Keesokan paginya Morgan mengirimkan pesan singkat yang isinya :
“selamat pagi, nanti kita jalan bareng ya, udah lama kita ga jalan bareng.”
Aku membalas pesan singkatnya :
boleh, tapi ga sama Rafael?“
SMS pun terkirim dan mendapat balasan kembali :
gausah, kita jalan berdua aja, oke”
            Aku menjalani rutinitas seperti biasa, mandi lalu sarapan setelah itu mengerjakan seabrek tugas kuliah dari dosen killer yang ga berperasaan. Tak terasa hampir 2 jam aku di depan laptop tiba – tiba bibi mengetuk pintu,
“permisi non, ada temennya non yang nungguin di bawah”
“iya bi, terimakasih.”
Aku pun segera turun ke bawah, betapa kagetnya ternyata Morgan sudah siap di ruang tamu.
“katanya kalo mau kesini, nelfon dulu, kok udah sampe, hiii curang“ dengan wajah keheranan
“sekali – kali bikin surprise gapapa dong” Morgan tersenyum
“yaudah kamu tunggu disini, aku mau ganti baju dulu siap – siap”
            Akupun naik ke atas, siap – siap dan ganti baju. Setelah semuanya siap kamipun berangkat. Disepanjang perjalanan morgan bertanya padaku.
“aci aku pengen ngajakin kamu ke Danau yang kemaren, kamu maukan?”
“terserah yang penting bisa bikin kamu seneng” aku membalas ajakanya.
            Setelah hampir 30 menitan kami akhirnya sampai. Dia begitu antusias ingin segera ke Danau itu, bahkan di sepanjang Lorong – lorong kampus dia terlihat buru – buru. Kami pun sampai di Danau. Begitu aneh karena dia tiba – tiba memegang kedua tanganku, dan menatap kedua mataku. Rasanya jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya dan aku berkata dalam hati “ya tuhan apa yang akan dia lakukan”
Setelah dia terdiam hampir 1 menitan akhirnya dia membuat sebuah pengakuan.
“Aci, aku gatau sampai kapan aku bisa terus menyembunyikan perasaan ini, semakin lama aku menahanya semakin sesak yang kurasa, aku harap kamu mengerti kalo aku benar –benar bahagia kalo kamu ada  diamping kamu, aku saying sama kamu”
            Aku terdiam sejenak, dadaku benar – benar sesak seakan ada bom yang tiba – tiba  meledak. Aku bingung apakah aku juga harus jujur soal perasaanku. Akhirnya aku manarik nafas dalam – dalam dan kuhembuskan perlahan. Akhirnya aku punya keberanian untuk mengungkapkan kebenaran tentang perasaanku.
“aku tahu ini bagian tersulit jika harus berkata jujur, tapi aku harus mengatakanya. Aku juga sama sepertimu, begitu menyayangimu dengan ketulusanku, dulu aku takut untuk mengatakan ini karena aku takut pertemanan kita akan hancur, tapi sekarang aku begitu yakin semua itu pasti tidak akan terjadi”
“tahu begitu, aku akan ngomong ke kamu dari dulu, semenjak kita bertemu” Morgan tersenyum
“sebegitukah kamu menyukaiku, pasti sulit untuk menahan perasaan itu” aku tertawa
            Dia memelukku, aku hampir meneteskan air mata karena begitu bahagia menerima kenyataan indah ini. Seseorang yang begitu ku kagumi ternyata dia menerima apapun yang ada pada diriku dengan tulus. Dia tersenyum kepadaku, pipiku merah dan hanya bisa menundukkan kepala.
“yaudah kita pergi dari sini yuk” ajak Morgan
            Aku hanya tersenyum, dia menggandeng tangan kananku, begitu erat, seolah tidak ingin melepas sedetikpun genggaman ini. Ketika kami hampir melangkahkan kaki meninggalkan Danau, tiba – tiba teleponya berdering. Entah dengan siapa dia berbicara, dia hanya mengatakan .
“oke aku segera kesitu”
            Dari perkataanya aku mengerti pasti dia akan menemui seseorang. Dia terus melangkah pergi dan menggandeng tanganku tanpa berkata sepatah katapun. Aku menurut saja dia akan membawaku pergi kemana, aku hanya diam di belakang boncenganya. Dia menjalankan motornya dan menyuruhku untuk berpegangan erat. Aku hanya menurut. Dia mulai menyalakan motornya dan menarik gas motor. Di sepanjang perjalanan dia benar – benar cepat dalam mengendarai motornya.
            Setelah hampir 45 menit akhirnya kami sampai di sebuah danau yang cukup jauh dari perkotaan. Disana ternyata Rafael telah menunggu dengan muka yang begitu lebam bekas pukulan tangan. Tanpa basa – basi aku langsung mendekati Rafael, aku dan Morgan panik
“yaampun Rafael kamu kenapa? “ tanyaku penasaran.
“tadi ketika aku hampir mau pulang ke Rumah, aku di hadang oleh preman suruhan yang bikin ayahnya Morgan meninggal waktu itu” Rafael mencoba menjelaskan dengan menahan rasa sakit.
“kok bisa? “ aku semakin penasaran dengan semua ini.
“waktu habis nganterin pulang kamu kemaren, aku memaksa berhenti orang itu, terus aku hajar dia” Rafael kembali menjelaskan
“kenapa kamu ga langsung telepon aku pas kamu di hadang?” Morgan menyela
“aku udah coba kontak kamu berkali – kali, tapi kamunya ga angkat “ Rafael membela diri
“maaf tadi aku sedang ada urusan penting tadi” kata morgan.
“yaudah sekarang kita pulang ya, aku obatin kamu dulu.” Aku berusaha membantunya bangkit
“gausah ci, aku bisa sendiri, bukanyak kamu hari ini ada les? “ Tanya Rafael.
“iya, ya udah kita pulang sama – sama aja, aku dan Morgan di belakang kamu, tapi kami bawa motornya juga hati – hati ya” pintaku pada Rafael.
            Akhirnya kami bertigapun pulang. Di sepanjang perjalanan aku selalu mengawasi Rafael, dan dia begitu berhati – hati dalam membawa motornya. Akhirnya Rafael sampai di rumahnya, akupun berpamitan pulang karena aku harus bersiap – siap  untuk berangkat Les Biola. Morgan pun mengantarkan aku pulang. Dia begitu santai dalam membawa motornya. Aku begitu tenang dan  bahagia ketika aku di sampingnya. Aku sampai di rumah, akupun segera bersiap – siap. mempersiapkan Biolaku lalu berangkat lagi menuju tempat Les. Morgan kembali mengantarku ke tempat Les. Setelah aku sampai, dia langsung buru – buru berpamitan padaku dan pergi.
            Sudah 2 tahun ini aku menjalani hubungan ini. Hari demi hari kami lewati dengan penuh keceriaan, kini hidupku menjadi lebih berwarna dengan Morgan yang selalu ada disampingku. Meskipun kadang kala kami berantem karena masalah – masalah kecil yang kami hadapi. Namun beruntungnya kami, karena selalu menjadi penengah dalam setiap masalah kami.
            Hari ini aku latihan full sampai nanti malam, karena beberapa minggu lagi, akan diadakan pertujukkan orchestra yang besar dimana aku terlibat di dalamnya. Setelah selesai aku mengabari ayahku untuk menjemputku pada pukul 8 di halte depan tempat les. Karena ada urusan akhirnya ayahku tidak bisa menjemputuku dan aku meminta Morgan untuk mengantarku pulang. Kuhubungi dia, namun beberapa kali aku mencoba menghubungi dia tak ada satupun jawaban. Satu jam berlalu aku tidak tahu bagaimana aku pulang, akhirnya Rafael tiba – tiba menghubungiku, dia memberitahukanku bahwa Morgan pasti akan datang untuk menjemputku, meski itu yang terakhir, aku tak mengerti apa maksudnya tapi Aku terus menunggunya, berharap Morgan akan segera datang. Waktu terus berlalu, 2 jam dalam penantian yang cukup meresahkan. Akhirnya dari arah kejauhan aku melihat Morgan mengendarai sepeda motornya dengan tidak teratur. Bukan perasaan lega yang aku dapatkan melainkan perasaan kalut, sekejap aku langsung menangis. Dia turun dari motornya, aku segera menghampirinya. Morgan terlihat berlumuran darah, kedua pipinya lebam, bahkan di perutnya terdapat luka tusukan. Ia sekarat di depanku, dalam detik – detik terakhirnya ia berusaha menjelaskan semua. Dia terjatuh di pangkuanku.
“aci maaf selama ini aku telah mencari tahu dia  dan akhirnya aku mengerti ternyata orang yang membuatku seperti ini, dan membuat ayahku meninggal adalah ayah kamu, om Suherman.”
“kenapa kamu baru memberi tahuku sekarang?” Aku semakin menangis sekencang – kencangnya. Berusaha terus mendengar penjelasan yang begitu membuatku terpukul.
“Rafael nekat mendatanginya, dan aku menyusulnya kesana tapi setelah sampai disana Rafael sudah mati dihajar anak buah bajingan itu” dia berusaha untuk menjelaskanya
“jadi Rafael juga udah mati?” tangisanku semakin menjadi – jadi.
“aku benar – benar minta maaf karena ayah kamu sekarang juga sudah meninggal, aku tahu dia ayak kamu juga tadi, setelah aku tidak sengaja menemukan foto kamu dan ayahmu di dompetnya. Aku harap kamu memaafkanku dan berharap kamu tegar. Se….selamat tinggal Aci. Aku sayang kamu, dan terimakasih udah menjadi orang terakhir dalam hidupku .” Dia memegang tangaku begitu erat.
            Morgan menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuanku, aku hanya bisa menangis. Aku begitu menyesali semua perbuatan ayahku, mengapa ia begitu tega memisahkaku dengan orang yang aku cintai. Dan akupun berteriak sekeras yang aku bisa.
“Morgaaaaaaaan……”
-Begitulah ketika takdir telah berbicara, sekuat apapun manusia untuk mengelaknya takdir tetaplah takdir.
 -END-
           

Senin, 26 November 2012

just posting.

I always try to smile even tough I cry inside. 
dear God, sometimes it's hard for me to understand what You really want to happen, but i know You will give me the best :) I will never stop believing in who I am. I will never change myself for another person. I will always respect and adore who I am. I AM ME.           
pasti tertawa sendiri inget kejadian-kejadian yang harusnya bikin aku melo. akuemang aneh sih, udah tau ga direspon tetep aja ditungguin. dan aku rasa itu salah satu hal gila  yang pernah terjadi dalam hidupku,
 "It's impossible to forget someone who already gave you so much to remember"
 tapi entah kenapa tiap belajar dari sikapku yang kemaren aku baru menyadari ternyata ada orang lain yang lebih bisa membuat dia bahagia ketimbang dia sama aku. aaaaa always remember that was part of my unforgettable moment in life.
Please be happy person :))

Rabu, 31 Oktober 2012

20 Bintang Korea Yang Paling Ingin Orang Peluk

Majalah Jepang ’Hanryu Pia‘ dan media Korea ‘MyDaily’, melaksanakan survei dari tanggal 27 Agustus-27 September mengenai bintang yang paling ingin dipeluk oleh orang-orang. Hasil terbaru yang dipublikasikan di ‘Hanryu Pia’: Lee Seung Gi menduduki peringkat pertama, disusul oleh Won Bin di posisi kedua, dan Song Joong Ki di posisi ketiga.
20 Bintang Korea yang paling ingin dipeluk oleh orang-orang:
 No. 1 – Lee Seung Gi



No. 2 – Won Bin



No. 3 – Song Joong Ki



No. 4 – Kim Soo Hyun



No. 5 – Lee Min Ho



No. 6 – Lee Joon Ki



No. 7 – So Ji Sub



No. 8 – Gong Yoo



No. 9 – Jo In Sung



No. 10 – Park Yoo Chun



No. 11 – Lee Hyun Woo



No. 12 – Kim Hyun Joong



No. 13 – Seo In Guk



No. 14 – Jang Dong Gun



No. 15 – Joo Won



No. 16 – Lee Byung Hun



No. 17 – Song Seung Hun



No. 18 – CN Blue Jung Yong Hwa


No. 19 – Ha Jung Woo

No. 20 – Park Shi Hoo



ada di urutan berapakah idola kamu? 

source: 1. dkpopnews
               2. Korean Indo (Indotrans by geevy@koreanindo.net)

Super Junior for SPAO 2012












follow my tumblr >> http://acichul.tumblr.com

Kamis, 25 Oktober 2012

U-KISS – Stop Girl Lyrics


Yeah (x7)
[Hoon] Oh, soljikhi malhalge yeogikkajiga
Jeongmal majimagi anya no more, i’m so tired
[Kiseop] Oh, jogeum gidarilge nunmul boijineun ma
[Eli] Siganeun ganeunde and the tears in your eyes tellin’ me goodbye

[Kevin] Some days huhoe hagetji some days ulgido hagetji
Today’s the day that i’ll be flyin’ away yeah
[Soohyun] Neol wihae modeun geol julge neol wihae sarangeul halge
And now my heart is depleted geunde neon wae ee

[All] Stop girl, in the name of love
Stop girl, in the name of love eh eh
Stop girl, in the name of love
[Kevin] Kkumeun anilkkeoya I know your love isn’t real

Yeah (x4)
[Kiseop] And I know that igeon sarangi anijanha
Urin geimi anijanha u
[Hoon] Neodo jal aljanha

[Kevin] Some days huhoe hagetji some days ulgido hagetji
Today’s the day that i’ll be flyin’ away yeah
[Soohyun] Neol wi hae modeun geol julge neol wihae sarangeul halge
And now my heart is depleted geunde neon wae ee

[All] Stop girl, in the name of love
Stop girl, in the name of love eh eh
Stop girl in the name of love
[Soohyun] Kkumeun anilkkeoya I know your love isn’t real

[Dongho] Now stop ije geumanhae ireon gwangye
Eotteon uimugame jeonhwahae bame
“jalja” malhagi gojak ittange dande deoneun gunggeumhalge
Eomneun uri seulpeun gwangye

[Eli] Stop gakkeumeun niga tibie nawa amureochi
Anheun cheok haneunge utgyeo tonawa
Tto nawan dareun cheok yeongmuneul moreuneun cheok
Neon hangsang kulhan cheok ijen geuman meomchwo

[All] Stop girl, in the name of love
[Kevin] Uri saranghaneungeo neodo aljanha
[All] Stop girl in the name of love eh eh
[All] Stop girl in the name of love
[Soohyun] Kkumeun anilkkeoya I know your love isn’t real

[Kevin] Neodo himdeulgetji nado da ara
Geuraedo seoro eobsin sal su eobtjanha (x2)

[Kevin] Kkumeun anilkkeoya I know your love isn’t real
[All] Stop girl, in the name of love
ENGLISH TRANS 



Yeah (x7)
Oh, I’ll be honest with you
This really isn’t over – no more, I’m so tired
Oh, I’ll wait a little so please don’t cry
Time is ticking and the tears in your eyes tellin’ me goodbye

Some days, I’ll regret it, some days, I’ll cry
Today’s the day that I’ll be flyin’ away yeah
I’ll give everything for you, I’ll love for you
And now my heart is depleted but why are you…

Stop girl, in the name of love
Stop girl, in the name of love hey hey
Stop girl, in the name of love
I know this isn’t a dream, I know your love isn’t real

Yeah (x4)
And I know that this isn’t love
But we’re not playing some game
You know this too

Some days, I’ll regret it, some days, I’ll cry
Today’s the day that I’ll be flyin’ away yeah
I’ll give everything for you, I’ll love for you
And now my heart is depleted but why are you…

Stop girl, in the name of love
Stop girl, in the name of love hey hey
Stop girl, in the name of love
I know this isn’t a dream, I know your love isn’t real

Rap)
Now Stop – Now stop with this relationship
We only call each other at night out of obligation
All we say is “Good night” that’s it
There’s nothing else to know in our sad relationship

STOP – Sometimes you come on TV
Watching you laugh as if nothing’s wrong makes me wanna throw up
You pretend to be different from me
Pretend not to know anything
You always pretend to be cool, now just stop

Stop girl, in the name of love
You know that we love each other
Stop girl in the name of love hey hey
Stop girl in the name of love
I know this isn’t a dream, I know your love isn’t real

I know that you are struggling too
But we still can’t live without each other (x2)

I know this isn’t a dream, I know your love isn’t real
Stop girl, in the name of love

Kamis, 18 Oktober 2012

So why


Gotta fix that calendar I have
That's marked December 20th
Because since there's no more you
There's no more anniversary
I'm so fed up with my thoughts of you
And your memory
And how every song reminds me
Of what used to be

That's the reason I'm so sick of love songs so sad and slow
So tired of tears
So done with wishing you were still here
Said I'm so sick of love songs 
So why can't I turn off the radio?

Sabtu, 13 Oktober 2012

SPEECHLESS

gini ceritanya :


A : "aku harus jujur pada diriku dan ke kamu. Sekarang atau nanti akhirnya akan tetap sama, sekarang dan mungkin beberapa tahun ke depan. kamu tetap temanku, emmm selebihnya kamu teman baikku, sangaaaaaaaat baik deh. enggg ngertikan maksudku?"
B : "Yakin?, .... "
A : "aku cuman sekedar ingin jujur pada diriku sendiri dan orang lain"
B :" boleh jujur juga kan ? .......... kok cuman segitu ya perasaanmu terhadap apa yang selama ini kita laluin bersama, emmm Hatimu seperti tidak terjangkau. Tidak tersentuh. Mungkin hatimu sudah diisi dengan orang lain,? "
 dan berakhir dengan SPEECHLESS !!

PS : curhatan teman, hahaha

Kamis, 27 September 2012

Ne-Yo - Never Knew I Needed lyrics ♥


For the way you changed my plans
For being the perfect distraction
For the way you took the idea that I have
Of everything that I wanted to have
And made me see there was something missing, oh yeah

For the ending of my first begin
(Ooh, yeah yeah, ooh, yeah yeah)
And for the rare and unexpected friend
(Ooh, yeah yeah, ooh, yeah yeah)
For the way you're something that I'd never choose
But at the same time, something I don't wanna lose
And never wanna be without ever again

You're the best thing I never knew I needed
So when you were here I had no idea
You the best thing I never knew I needed
So now it's so clear, I need you here always

My accidental happily
(Ever after)
The way you smile and how you comfort me
(With your laughter)
I must admit you were not a part of my book
But now if you open it up and take a look
You're the beginning and the end of every chapter

You're the best thing I never knew I needed
So when you were here I had no idea
(When you were here)
You the best thing I never knew I needed
(That I needed)
So now it's so clear, I need you here always
(Now it's so clear)

Who knew that I could be
(Who knew that I could be)
So unexpectedly
(So unexpectedly)
Undeniably happier
Sitting with you right here, right here next to me
Girl, you're the best

You're the best thing I never knew I needed
(Said I needed)
So when you were here I had no idea
(When you were here)
(Said I had no idea)
You're the best thing I never knew I needed
(That I needed)
So now it's so clear I need you here always
(Now it's so clear)
(So clear, so clear, I need you always)

Now it's so clear, I need you here always 
 
PS : never feel bored to play this song. :""