Terkadang hidup tak berjalan sesuai dengan apa yang kita
hrapkan, kita berharap nanti sore tidak hujan, tapi pada kenyataannya hal yang
kita harapkan malah sebaliknya. Terkadang kita berharap untuk dirindukan oleh
seseorang tapi pada kenyataannya orang itu tak pernah merindukan kita. Hidup !
Apa rasanya mencintai orang asing? Apa rasanya memiliki
perasaan karena sebuah pertemuan tanpa disengaja? Dan apa rasanya bertemu
dengan seseorang karena sebuah kebetulan?
Ketika kamu bertemu dengan orang asing, lalu ia mengajakmu
bicara, lalu ia meminta bantuanmu dan kebetulan kamu bisa membantunya, lalu
kamu saling bertatap muka dan bicara tentang hal masing-masing, lalu kamu
bertukar nomor telepon, dan sampai detik ini kamu berkomunikasi dengan dia? Apa
itu kebetulan atau takdir ?
Aku masih tidak menyangka, pertemuan tanpa disengaja itu
membawaku pada harapan lebih, aku berharap lebih dan lupa siapa dia, lupa
dimana posisiku. Dia hanya orang asing dan aku menyukainya. Sederhana, tapi
perasaanku tak sederhana itu, aku sudah tidak menganggapnya sebagai orang
asing, jelas dia bukan orang asing, karena kita sekarang bisa berkomunikasi
setiap hari. Tapi aku hanya bisa berharap, tanpa perlu terjadi. Yah mungkin
baginya aku hanya sekedar teman. Aku tak bisa berbohong pada diri sendiri bahwa
pada kenyataanya dia memang menarik, kepribadianya, sosoknya yang lucu, dan apa
adanya, dia supel. Tapi aku harus tau kenyataan pahit bahwa tinggal beberapa
bulan lagi ia berada di Indonesia, setelahnya dia akan kembali ke negara
asalnya. Tuhan memang punya cara
tersendiri untuk mengatur pertemuan lucu ini, yah lucu karena kita bertemu di
kereta, ketika dia ingin melakukan perjalanan kecil ke Yogya.
Tuhan jika memang engkau ijinkan aku bertemu denganya lagi
di masa depan, maka semoga itu memang benar-benar takdirku dimasa depan, tapi
jika memang hanya pertemanan singkat ini yang terjadi maka semoga kami tak
saling melupakan.
P.S : jadikan aku teman terbaikmu, kan kujadikan engkau
kenangan terbaiku, love you as always