Rabu, 09 Juli 2014

Tentang Rindu

Hai, bagaimana kabarmu hari ini? 
Kau tahu, aku merindukan  pesan –pesan singkat kita, obrolan tentang  hal tak penting dan tentu saja aku juga merindukanmu. Aku bahkan selalu berdo’a pada Tuhan agar engkau baik-baik saja. Aku tahu saat sekarang bukanlah saat yang tepat berterus terang tentang semuanya. Maka tunggulah saat itu, saat dimana aku akan memberitahukan semuanya. Dan jika saat itu tiba, aku harap “kita” sama-sama siap. Aku harap saat itu kita berbicara jujur tentang diri kita masing-masing.

Jika memang tuhan menginginkan kita bersama, maka Tuhan tahu cara terbaik mempertemukan kita.

Tentang rindu yang datangnya tanpa permisi, aku tak pernah menyalahkanya. Ia berhak  datang kapanpun yang Ia mau. Jikapun Ia datang tanpa permisi, atau datang diam-diam, mungkin dia menginginkan kita bertemu. Sederhana saja. Ia selalu tahu bagaimana hati kita. Libur panjang ini, bisakah cepat berlalu? Aku menginginkan bertemu dengan dia, aku menginginkannyaaaa

Sabtu, 19 April 2014

Aku baik-baik saja

         Aku memulai semuanya dari awal, memulai semuanya. Aku berjanji aku akan melupakan semuanya, sesuatu yang sudah 2,5 tahun selalu mengusik pikiranku. Perlahan menutup lembaran lama, dan membuat catatan baru, catatan baru yang entah dengan senyuman, tawa bahagia ataupun kisah sedih yang pasti bisa kulalui. Hanya saja semuanya pasti berbeda., berbeda dari cerita-cerita klise semuanya.
         Aku hanya perlu makan dengan baik seperti biasa, belajar dengan baik, dan tentu hidup dengan lebih baik, karena aku percaya orang yang baik akan datang disaat yang tepat dan hanya untuk orang yang baik :)

         Tuhan selalu adil terhadap umatnya, jika tak percaya maka tengoklah orang-orang yang lebih kurang bahagia dari hidupmu sekarang. Keluarga yang luar biasa hebat dan teman-teman yang baik yang selalu ada disekitarmu adalah cara Tuhan bagaimana membuatmu bersyukur dan mengajarkan kamu kebahagiaan, bahagia yang sederhana. Jikalaupun merindukan seorang pasangan pasti ia akan datang disaat yang tepat, dan untuk sekarang mungkin aku belum menginginkanya. Belum siap membuat catatan dengan orang baru, hanya siap dengan catatan tentang keluarga dan teman rasanya cukup. Biarlah aku menjalani cerita ini dengan sederhana tanpa ada bumbu-bumbu cerita cinta yang kadang hanya membuat kecewa. Ah aku pasti bisa, ini mudah. Aku bisa hidup dengan keadaan seperti ini, aku yakin aku orang yang kuat.


"And don't ever ask me about my feelings right now, because I'm really okay for a while"

Rabu, 22 Januari 2014

untukmu

20 desember 2011 : pertama kali kita kenalan, (aku mengingat semua hal lucu dalam hidupku, seperti pertama aku mengenalmu)

hari demi hari, kita semakin dekat, rasa itu tak sengaja ada dalam hati ini tapi aku hanya bisa menyimpannya. karena aku tau aku tak mungkin menyampaikanya karena alasan banyak hal.


juni 2012 : aku tau ini hal tersulit yang pernah kulalui, tapi aku harus menerima kenyataan bahwa kamu dengan bahagiannya memperkenalkan pasanganmu kepadaku.

hanya saja rasanya sakit ketika tahu kamu sudah tak sendiri, hatimu sudah tak kosong, ada seseorang yang telah mengisinya, walau aku selalu merelakan sesuatu yang bisa membuatmu bahagia, walau bahagiamu bukan karena aku. kamu selalu ada di tempat terbaik dihidupku, walau aku tak berarti untukmu. aku malah berteman baik dengan pacarmu, kita saling bercerita, tentu saja bercerita tentang dirimu yang selalu baik, lucu, manis. bagiku, mendengar kabar baik darinya tentangmu itu sudah cukup. jadi aku tidak perlu repot-repot untuk menanyakan langsung padamu.

lalu aku menyadari, akhirnya aku harus memutuskan untuk menjaga jarak untuk kita. aku turut berbahagia, seharusnya memang harus begitu. kita menjauh, tak sesering dulu ketika kita saling sapa. lebih baik memang seperti ini kita hanya berteman, berteman baik seharusnya.

juli 2013 : engkau mengabarkan hal buruk kepadaku, tentang hubunganmu yang telah kandas dengannya. apa aku bahagia? tidak. aku bahkan ikut bersedih, bersedih atas semuanya. entah apa yang harus kurasakan kini. tapi tak layak ketika engkau bersedih, aku malah bahagia. tentu yang harus ku lakukan adalah memberi semangat kepada kalian berdua. padahal bagiku kalian berdua adalah pasangan berbahagia yang pernah ku temui, tapi rencana tuhan memang selalu yang terbaik.

kita kembali seperti dulu, bercanda, bercerita, saling menyapa. dan apakah rasaku masih ada? tentu, bahkan ketika engkau sedang berpacaran denganya hingga putus rasaku masih sama.

kamu tahu, dua tahun lebih 1bulan ini rasaku masih sama, tak terganti ....."Andai kamu tahu"